Connect with us

Inspirasi

Jatuh Cinta Itu Mudah, Tapi Untuk Selalu Cinta ?

Jatuh cinta sangatlah mudah,

Karena itu sampai dinamakan “jatuh”. Tidak dibutuhkan effort untuk terjatuh.

Tapi untuk membangun cinta, butuh upaya yang keras. Terus mencintai orang yang sama dan terus bertambah cintanya dari hari ke hari dalam kehidupan pernikahan, membutuhkan effort dari 2 belah pihak. Dibutuhkan kemauan untuk terus memahami pasangannya dan upaya serius untuk terus jatuh cinta kepada orang yang sama.

Ada banyak org sibuk mempersiapkan “hari pernikahan”, tapi lupa mempersiapkan kehidupan pernikahan yang akan dijalani setelahnya, seumur hidupnya. Hari pernikahan hanyalah 1 hari, tetapi kehidupan pernikahan adalah seumur hidup.

Alhasil, kehidupan pernikahan akhirnya dipenuhi oleh konflik dan cekcok yang tidak berujung. Nah, untuk menghindari hal itu terjadi dalam kehidupan pernikahan kita, beberapa tips ini dapat dipraktekkan dalam menjalani dinamika pernikahan, agar kehidupan pernikahan terus berjalan harmonis :

1. Dalam kehidupan pernikahan, tidak boleh marah pada saat yang bersamaan. Jika ingin marah, harus bergantian.

Prinsipnya sederhana, jangan marah pada waktu yang bersamaan. Saat seorang pasangan sedang marah, pasangannya lebih baik tetap tenang dan mencoba memahami luapan kemarahan si pasangan, sembari mengevaluasi diri.

2. Dalam kehidupan rumah tangga, suami istri tidak boleh saling berteriak, bicara dalam nada tinggi atau membentak, kecuali rumah sedang kebakaran.

Ingatlah prinsip ini, buatlah kesepakatan di dalam rumah tangga bahwa apapun yang terjadi, suami dan istri tidak boleh saling berteriak dan membentak. Tapi beda cerita kalau rumah sedang kebakaran ya.. hehehe..

Namun jika salah satu pasangan hilang kendali dan mulai berteriakdan membentak, maka sama seperti poin pertama, pasangan lainnya haruslah tetap tenang dan tidak balas membentak.

3. Jika sedang berargumen atau bertengkar, pastikan pasanganmu yang akhirnya memenangkan adu argumentasi tersebut.

Tidak penting siapa yang salah dan siapa yang benar, dan justru keadaan akan jauh lebih baik jika masing-masing pasangan menghendaki pasangannyalah yang memenangkan adu argumentasi yang terjadi.

4. Jika harus mengkritik pasangan, lakukan dengan lembut dan penuh kasih.

Setiap manusia tidak ada yang sempurna, begitu juga pasangan kita. Saat kita harus mengkritik atau mengoreksi pasangan, lakukanlah dengan lembut dan dengan niat hati yang tulus, bukan untuk menghukum atau menghancurkan pasangan kita.

5. Jangan mengungkit kesalahan masa lalu.

Alangkah baiknya jika sebagai pasangan suami istri berkomitmen untuk tidak pernah mengungkit kesalahan di masa lalu, yang dapat menimbulkan luka yang baru atau justru mengorek kembali luka yang belum sepenuhnya sembuh.

6. Singkirkan gadget yang berpotensi membuat kita sibuk sendiri.

Di malam atau pagi hari, sebelum atau sesudah beraktivitas, biasakanlah untuk berfokus membangun kedekatan emosional dgn pasangan, bercakap-cakap dan berkomunikasi. Singkirkan segala distraksi yang dapat membuat kita sibuk dengan diri sendiri.

7. jangan pernah tidur dengan sebuah masalah atau argumentasi yang belum tuntas.

Masalah yang belum tuntas dan diabaikan begitu saja, ibarat bom waktu yang di kemudian hari akan meledak. Biasanya pemicunya hanyalah konflik kecil saja, tapi karena ada ganjalan yang tersimpan di hati selama sekian lama, maka semua itu akan meluap dan meledak begitu saja.

8. Ucapkan kata-kata membangun, pujian, dan apresiasi pada pasangan minimal 1x sehari.

Kebiasaan ini mungkin sederhana, tapi efeknya luar biasa. Lakukanlah kebiasaan ini dengan tulus, tidak perlu berlebihan. Renungkan kebaikan pasangan kita dan apresiasi saat ia melakukannya. Hal itu akan membuat kita semakin bersyukur akan pasangan kita, dan tidak terfokus pada kekurangan-kekurangannya.

9. Akui kesalahan dan ketidakakuratan di depan pasangan.

Seringkali seorang suami atau istri memilih untuk menyimpan rapat-rapat kesalahan yang ia buat dari pasangannya, dengan alasan tidak mau menyakiti hati pasangannya. Tap bagaimanapun juga pasangan akan dapat “mencium” sesuatu yang tidak beres dari pasangannya. Apalagi jika akhirnya terbongkar karena terpaksa, akan jauh lebih menyakitkan untuk pasangannya.

Berbesar hati untuk mengakui kesalahan dan ketidakakuratan akan membuka pintu pemulihan bagi kedua pasangan.

10. Dibutuhkan 2 orang untuk terjadi pertengkaran. Pihak yang salah adalah pihak yang paling banyak bicara.

Mengalah bukan berarti kalah. Saat terjadi pertengkaran, justru pihak yang paling banyak bicara adalah pihak yang salah.

Itulah 10 tips praktis dalam rumah tangga. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inspirasi

Dalam Bisnis Kawan pun Dimakan!

Bisnis itu Kejam

Dunia bisnis itu kejam, ga kenal kawan ataupun lawan, ga kenal perasaan, semua pesaing bisnis pasti dilibas..

Itulah kehidupan dunia bisnis yang selama ini kita kenal. Kawan saja bisa dimakan, demi keuntungan bisnis semata. Tidak ada yang namanya hati nurani di dalam dunia bisnis.

Padahal sejatinya, dunia bisnis sebetulnya tidak terpisahkan dari hati nurani dan etika dalam bekerja. Ideologi dasar berbisnis adalah mencari keuntungan dengan memberikan manfaat bagi orang lain. 

Itulah sebabnya hati nurani seharusnya menjadi “rambu-rambu” yang terpasang di dalam hidup setiap manusia, yang memberikan sinyal untuk kita mengenali hal-hal mana yang boleh dilakukan dan hal mana yang tidak boleh kita lakukan dan harus kita hindari.

Seseorang yang menggunakan nurani dalam berbisnis, tidak akan pernah memakai fasilitas dan jabatan yang ia miliki hanya untuk memperkaya diri sendiri diatas kerugian dan kesengsaraan orang lain.

Persoalannya, seringkali keuntungan materi dan pertimbangan logis (hitung-hitungan) seringkali menyajikan data bahwa cara-cara yang tidak etis, curang, dan egois justru memberikan keuntungan materi yang jauh lebih banyak dibandingkan cara-cara yang terhormat.

Disinilah manusia dihadapkan dengan pilihan, apakah tetap mempertahankan integritas dan kemurnian hati nuraninya, atau justru mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya dengan jalan curang yang mengorbankan integritas dan hati nuraninya.

Hati nurani yang terus dilanggar akan membuat suara hati nurani orang itu menjadi mati, ia pun menjadi terbiasa dengan tindakan yang salah dan tidak lagi merasa salah. Barulah jika kesalahannya itu terbongkar, ia akan mengaku “khilaf” melakukannya untuk menutupi rasa malu atau menarik simpati orang lain.

Continue Reading

Inspirasi

Berubah itu Mudah

Seringkali dalam sebuah profesi yang kita sedang jalani menuntut perubahan, dan kita akan kesulitan beradaptasi jika tidak memiliki paradigma yang mencintai perubahan.

Menjadi sesuatu yang sulit bagi kebanyakan orang untuk membangun mentalitas mencintai perubahan, karena memang lebih nyaman bagi seseorang untuk tetap diam di posisinya dan menghindari hal-hal atau tantangan yang baru.

Untuk dapat memiliki mentalitas yang mencintai perubahan, kita perlu memiliki paradigma yang mencintai perubahan, sehingga kita tidak akan mengalami kendala untuk berubah. 

Kita dapat memulainya dari hal-hal yang sederhana, misalnya mencoba rute alternatif saat pulang atau pergi kerja, atau mencoba resep makanan baru yang belum pernah kita coba, atau jika setelah pulang kerja kita terbiasa menonton tv di sofa, kali ini lakukanlah hal yang baru seperti berolahraga atau membaca buku.

Pada awalnya alam bawah sadar kita akan memberi sinyal “tidak nyaman”, bahwa ini adalah hal di luar rutinitas kita. Tetapi setelah 2-3 kali kita mendisiplin diri melakukan hal di luar rutinitas kita, maka secara perlahan rasa tidak nyaman itu akan hilang dan kita mulai bisa menikmati aktivitas-aktivitas baru tersebut.

 Dari hal-hal yang sederhana, pikiran kita mulai terbiasa untuk berpikir “out of the box”, keluar dari limitasi yang tanpa sadar selama ini kita miliki. Kita pun mulai mendapati bahwa ada banyak hal-hal yang menarik dari sesuatu yang baru dan secara perlahan kita mulai berani untuk mencoba hal-hal yang baru.

Keteraturan vs mencintai perubahan.

Mencintai perubahan bukan berarti hidup kita jadi sembrono dan tidak terkontrol begitu saja, kita memang harus terus memiliki keteraturan dalam hidup ini.

Yang menjadi poin adalah, jangan ijinkan pola hidup teratur yang kita miliki menjadi “penjara” bagi hidup kita, tapi jangan juga mentalitas mencintai perubahan membuat kita tidak menata hidup kita. Keduanya harus seimbang dan menjadi 1 paket yang terbangun dalam hidup kita.

Continue Reading

Inspirasi

Kenapa Saya Minder ?

Ada banyak orang yang sering merasa minder, tanpa tahu apa sebenarnya alasan mereka minder.

“Udah bawaan dari sononya” gitu katanya.

Padahal, seseorang menjadi minder pasti selalu memiliki alasan dibaliknya. Pada umumnya hal itu disebabkan oleh sesuatu hal di masa lalunya, akibat dibesarkan di keluarga yang kurang suportif, dan tidak pernah dilatih untuk tampil di depan umum.

Sebetulnya orang-orang yang terkenal, para pembicara hebat yang sering berbicara di hadapan ribuan orang, juga memulai dari titik yang sama. Mereka gugup, jantung berdebar, ataupun mulut kaku saat hendak berbicara di depan umum. Perbedaannya adalah, mereka terus mencoba, semakin ahli dan terbiasa dan seiring waktu mereka memiliki “jam terbang” yang lebih dari orang-orang lainnya.

Kekuatiran adalah tembok penahan.

Ketakutan dan kekhawatiran yang menahan kita melakukan hal-hal baru atau menciptakan peluang di tengah tantangan sebetulnya hanyalah ketakutan fiktif.

Hal itu disebabkan karena kita terlanjur memiliki jalan berpikir dan mentalitas yang negatif. Melihat segala sesuatu dari sisi yang negatif. Tanpa kita sadari, alam bawah sadar selalu mengirim sinyal alarm yang menahan kita untuk melangkah maju.

Efek trauma masa lalu.

Mentalitas negatif dan kekhawatiran juga dapat disebabkan oleh trauma masa lalu yang meninggalkan bekas luka yang mendalam/membekas sehingga seseorang memiliki rasa takut untuk hal tersebut terulang.

Untuk itu kita harus belajar merasionalisasi apa yang kita takutkan dan mencari akar masalahnya. Jika hal tersebut terjadi karena kelalaian kita sendiri, maka kita harus memastikan bahwa kesalahan tersebut tidak akan terulang kembali.

Jika hal itu terjadi karena kesalahan orang lain, maka kita hanya perlu lebih waspada. Dengan demikian kita dapat menanggulangi setiap ketakutan dan kekhawatiran yang seringkali muncul akibat trauma.

Seringkali orang yang pernah mengalami trauma akan menjadi terlalu waspada dan khawatir berlebihan, namun sebetulnya dalam setiap peristiwa yang kita alami, kita selalu dapat mengkalkulasi resiko yang ada. 

Menanggulangi efek trauma.

Kembali, untuk menanggulangi trauma yang “tersimpan” di alam bawah sadar, kita harus mengedit ulang alam bawah sadar kita dengan teknik afirmasi (memperkatakan perkataan positif + membayangkannya)

Kita juga dapat melakukan rasionalisasi peristiwa trauma tersebut dan menganalisanya serta mencari solusi agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Kombinasi antara teknik afirmasi dan rasionalisasi akan membawa dampak besar bagi diri kita dan mulai membersihkan “File” dalam alam bawah sadar kita serta mengklasifikasikan trauma tersebut sebagai “special case” saja, sehingga kita bisa kembali hidup dengan normal seperti sebelum peristiwa itu terjadi.

Continue Reading

Trending!!