kucing-kucingan

Kucing-kucingan, Salah Satu Permainan Tradisional yang Digemari di Jawa Timur

Bagikan Artikel ini :

Hai, Sobat TGR! Siapa yang tau permainan kucing-kucingan? Atau mungkin kalian pernah bermain permainan tersebut bareng temen-temen lainnya? Atau ketika kalian sekolah, guru olahraga kalian pernah mengajak kalian bermain permainan tersebut? Pastinya untuk teman-teman yang berdomisili di daerah Jawa sudah tidak asing lagi nih dengan permainan kucing-kucingan. Nah, agar lebih kenal lagi dengan permainan ini, yuk kita bahas bersama.

Dalam Serat Saraja karangan KPA Koesoemadiningrat disebutkan bahwa permainan kucing-kucingan merupakan salah satu permainan tradisional yang dikenal sekitar tahun 1913, terutama provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Suryo, 2006: 42). Nah, permainan ini juga merupakan salah satu permainan tradisional yang paling digemari di Jawa Timur loh!

(Dokumentasi channel Youtube SDN KERTAJAYA 3, diakses 24 Januari 2022)

Kucing-kucingan itu sendiri menggambarkan kehidupan seekor kucing yang selalu berkejar-kejaran dengan musuhnya, yaitu tikus. Oleh karena itu, permainan tradisional ini sering juga disebut dengan permainan kucing dan tikus. Permainan ini bisa dimainkan oleh anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa pun bisa melakukan permainan ini hanya untuk sekadar bersenang-senang.

Baca juga : Sorodot Gaplok, permainan unik dari Tanah Sunda

Asal sobat TGR tau, permainan ini memiliki banyak manfaat loh! Di antaranya yaitu dapat melatih kerja sama tim, melatih motorik anak, melatih ketelitian dan keseimbangan, membangun rasa percaya satu sama lain, dapat digunakan sebagai wadah untuk berolahraga, melatih kecepatan, dan yang tidak kalah penting yaitu menambah keceriaan dari para pemainnya.

(Dokumentasi via abundancethebook.com, diakses 24 Januari 2022)

Untuk melakukan permainan ini diperlukan tempat yang lapang dan tidak disarankan untuk dilakukan di dalam rumah, karena ada kejar-kejaran dalam permainan. Selain tempat yang lapang, dalam permainan ini juga diperlukan fisik yang kuat, sehingga dianjurkan untuk memastikan terlebih dahulu bahwa kondisi tubuh sehat dan kuat. Cara bermainnya gampang banget lho sobat TGR. Seluruh peserta diharuskan untuk membuat satu lingkaran besar. Setelah itu, pilih dua orang untuk dijadikan sebagai kucing dan tikus pemain. Agar lebih adil dalam memilih, peserta dapat melakukan hompimpa. Nah, untuk peserta yang lain berperan menjadi tikus penjaga, caranya dengan saling berpegangan tangan untuk menjaga tikus dari kejaran kucing.

(Dokumentasi channel Youtube Rahma Ceria, diakses 24 Januari 2022)

Permainan ini dilengkapi dengan beberapa aturan, di antaranya yaitu tikus pemain dan kucing berada di dalam lingkaran atau di tengah-tengah tikus penjaga. Setelah itu, kucing berusaha menangkap tikus pemain yang keluar dari lingkaran. Peran tikus penjaga yaitu menutup akses bagi kucing untuk dapat menangkap tikus pemain. Jika tikus penjaga jongkok, kucing tidak dapat masuk atau keluar lingkaran. Ketika para tikus penjaga tersebut telah berdiri, maka kucing dapat leluasa untuk mengejar dan menangkap tikus sasarannya. Jika tikus pemain berhasil ditangkap oleh kucing, ia harus menggantikan peran si kucing dan sebaliknya. Dalam permainan ini tidak ada batasan waktu permainan, sehingga permainan bisa berhenti kapan saja, sesuai keinginan pemain atau sesuai dengan kesepakatan di awal.

Permainan ini sangatlah seru untuk dimainkan bersama-sama dengan banyak orang. Dengan melakukan permainan ini maka dapat menambah keakraban dan solidaritas sesama. Selain itu, permainan ini juga dapat menjadi wadah untuk mengenal satu dengan yang lainnya. Tunggu apalagi? Yuk, Sobat TGR coba permainan kucing-kucingan ini ya! Lupakan Gadget-mu, Ayo Main di Rumah! (WAA/ed.AAA&NIU)

Referensi:

Feby. 15 Permainan Tradisional Seru yang Perlu Kamu Coba. Dikutip dari Gramedia.com:  https://www.gramedia.com/literasi/15-permainan-tradisional-seru-yang-perlu-kamu-coba/. Diakses 14 November 2021.

Erysha, Bunda. (2017). Serunya Bermain Kucing dan Tikus Bersama Anak-anak. Dikutip dari Yenisovia.com: https://www.yenisovia.com/2017/04/bermain-kucing-dan-tikus-bersama-anak.html. Diakses 15 November 2021.

Nawas, Abu. (2020). 30+ Permainan Tradisional Indonesia: Jenis, Asal & Gambar Permainan Tradisional. Dikutip dari The Book: https://www.abundancethebook.com/permainan-tradisional-indonesia/. Diakses pada 24 Januari 2022.

Prastowo, Andi. (2018). Permainan Tradisional Jawa Sebagai Strategi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Untuk Menumbuhkan Keterampilan Global di MI/SD. E-journal of JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education), 2, 1. Dikutip dari https://e-journal.adpgmiindonesia.com/index.php/jmie/article/view/55Diakses pada 15 November 2021.

Suryo, Djoko., dkk. (2006). Sejarah dan Budaya Jawa. Jurnal Sejarah dan Budaya Jantara (Jantra), 1, 1. Dikutip dari https://jantra.kemdikbud.go.id/index.php/jantra/issue/download/1/JANTRA1+&cd=16&hl=id&ct=clnk&gl=id Diakses 15 November 2021.

Rahma Ceria. “Permainan Tradisional Kucing Kucingan|Rahma Ceria. Diunggah pada 7 Juni 2021. Diakses pada 24 Januari 2022. Video Youtube, 6.13, https://www.youtube.com/Nj0D9072ORE.

SDN 3 KERTAJAYA. “Permainan Kucing Kucingan Kelas 3 SDN 3 Kertajaya”. Diunggah pada 11 Desember 2018. Diakses pada 24 Januari 2022. Video Youtube, 2.33, https://www.youtube.com/OVoO-xLTZY8.

Bagikan Artikel ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *