Multi Tasking : Produktif atau justru tidak efektif ?

Home » Blog » Multi Tasking : Produktif atau justru tidak efektif ?

Multi tasking adalah keterampilan dalam mengerjakan beberapa aktivitas atau pekerjaan secara sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Secara arti harfiah, multitasking artinya tugas ganda. Kegiatan ini tidak hanya digunakan bagi para pekerja kantoran, tapi juga setiap orang yang mengerjakan pekerjaan secara bersamaan, baik itu seorang siswa, anak-anak, maupun ibu rumah tangga.

Kita selalu beranggapan bahwa orang yang mampu bekerja dengan multi tasking, sanggup bekerja dengan sangat produktif dan menghemat waktu. Secara logika memang sangat masuk akal, karena dengan mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan akan menghemat waktu dan energi.

Tapi benarkah demikian ?

Ternyata pada kenyataannya justru yang terjadi adalah sebaliknya, multitasking seringkali menghabiskan lebih banyak energi dan mengurangi kualitas pekerjaan.

Bahkan lebih lanjut, studi membuktikan bahwa multitasking ternyata seringkali justru tidak efisien dan bahkan dapat mengganggu kesehatan. 

Pengertian multitasking dan contohnya

Multitasking adalah melakukan aktivitas yang sama secara bersamaan, misalnya : Kita melihat sosial media di handphone sambil makan, atau menulis sesuatu sambil menonton televisi.

Sedangkan pekerjaan yang dilakukan dengan berpindah-pindah disebut sebagai task switching, namun orang sering menganggap bahwa hal itu memiliki makna yang sama dengan multitasking.

Mengapa multitasking menurunkan produktivitas kerja ?

Saat melakukan multitasking, otak bekerja lebih kuat untuk dapat fokus dan berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaan dan aktivitas itu dengan baik. Padahal otak pada umumnya hanya dapat fokus untuk suatu hal dalam satu waktu.

Ketika otak mulai lelah bekerja, daya konsentrasi dan kemampuan untuk fokus dalam menjalani berbagai pekerjaan dan aktifitas akan terganggu. Hal ini membuat kualitas pekerjaan yang kita lakukan menjadi berkurang.

Itulah juga penyebab kita merasakan kelelahan dan stress yang lebih tinggi setelah melakukan multitasking.

Selain kualitas menurun, dari segi efektifitas waktu juga sebetulnya tidak telalu efektif. Hal itu dikarenakan kita seringkali perlu mengulang kembali pekerjaan tersebut akibat banyak kesalahan yang dilakukan ketika menjalani multitasking. 

Selain waktu yang terbuang karena harus mengulang pekerjaan yang ada, ternyata multitasking sama sekali tidak bermanfaat dalam menghemat waktu. Karena mengerjakan dua pekerjaan secara bersamaan justru akan memakan waktu lebih lama dibandingkan mengerjakannya satu per satu.

Dalam beberapa kasus, multitasking dapat membahayakan jiwa. Misalnya : Mengendarai kendaraan sambil menelepon, karena dapat menurunkan konsentrasi kita dalam berkendara dan menjadi rentan akan kecelakaan.

Efek multitasking bagi kesehatan

Seperti yang telah dijelaskan diatas, multitasking membuat otak lebih cepat lelah dan capek, selain itu multitasking juga memiliki beberapa dampak bagi kesehatan yaitu :

1. Memicu stres

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan multitasking mengganggu kesehatan mental para pekerja kantoran dan pelajar. Orang yang sering melakukan multitasking cenderung lebih cepat merasa cemas dan stres.

Hal ini berkaitan dengan hasil pekerjaan kantor dan tugas sekolah yang kualitasnya menurun atau tidak kunjung selesai akibat terlalu lama menghabiskan waktu untuk melakukan semua pekerjaan sekaligus.

2. Meningkatkan tekanan darah

Saat melakukan multitasking, tubuh dan otak akan bekerja lebih ekstra dan berpengaruh pada kinerja jantung dan tekanan darah. Ketika sedang melakukan multitasking, tubuh bekerja ekstra dan mengeluarkan lebih banyak hormon stres. Hal ini dapat memicu peningkatan tekanan darah, detak jantung dan rasa cemas.

3. Menurunkan daya ingat

Menjalani 2 hal secara bersamaan tidak hanya beresiko untuk kita kehilangan detail penting di dalam pekerjaan tersebut, tapi juga menganggu ingatan jangka pendek yang kita miliki.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa multitasking dapat menyebabkan gangguan ingatan, baik ingatan jangka pendek terkait pekerjaan (working memory) maupun kemampuan menyimpan informasi jangka panjang.

4. Menurunkan kreativitas

Melakukan pekerjaan dengan multitasking menjadikan otak bekerja lebih berat dan menunkan kemampuan berpikir kreatif karena kapasitas otak yang sudah terpakai penuh.

Bagi orang-orang yang bekerja di industri yang membutuhkan seseorang untuk berpikir kreatif dan imajinatif setiap waktunya, tentu saja hal ini berdampak sangat besar pada kemampuannya untuk bekerja secara optimal.

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Reply

Selamat datang di Indonesiaone.org, Portal Berita Inspirasi!