Raden Saleh

Raden Saleh

Bagikan Artikel ini :

Ave Neohistorian

Raden Saleh Syarif Bustaman dilahirkan pada sekitar tahun 1811 di Terboyo, Semarang, dengan nama asli Saleh bin Yahya.

Sejak kecil, ia tinggal bersama paman dari pihak ibunya, yakni Bupati Semarang, Raden Said al-Aydrus alias Suroadimenggolo V. Berkat koneksi pamannya, ia bisa bersekolah di sekolah Belanda. Di sana, bakat Raden Saleh dalam melukis diperhatikan oleh sebuah keluarga Belanda. Pada akhirnya, di tahun 1828, oleh keluarga tersebut Raden Saleh dibawa ke Belanda untuk belajar lebih lanjut.

Sewaktu di Belanda, Raden Saleh belajar melukis potret dari Cornelis Kruseman, sedangkan pengetahuan tema pemandangan ia dapatkan dari Andries Schelfhout. Kruseman adalah pelukis istana sehingga ia sering menerima pesanan melukis dari Pemerintah Belanda dan juga keluarga kerajaan.

Meskipun Raden Saleh dapat menguasai teknik dan gaya lukisan barat, tetapi dalam pergaulan sehari-hari, Raden Saleh masih tetap diperlakukan sebagai seorang anak jajahan oleh orang Belanda.

Selanjutnya Raden Saleh berkelana ke Jerman. Di sana, beliau menerima penghargaan sepatutnya sebagai seorang manusia dan sebagai seorang Pelukis yang berbakat. Di Jerman, Raden Saleh dielu-elukan sebagai seorang bangsawan dari Jawa dan menjadi tamu kehormatan dari Adipati Ernst August Karl Johann Leopold Alexander Eduard von Sachsen-Coburg-Gotha yang merupakan kakak ipar Ratu Victoria.

Para bangsawan Jerman sangat mengagumi Raden Saleh yang selalu tampil unik dengan tetap mempertahankan budaya dengan berpakaian adat bangsawan Jawa lengkap dengan blangkon. Raden Saleh juga beberapa kali berkunjung ke Paris, salah satunya pada saat berlangsungnya Revolusi Februari 1848.

Pada tahun 1851, Raden Saleh pulang ke Indonesia yang masih berupa Hindia Belanda. Di Batavia, Raden Saleh melukis potret keluarga keraton dan pemandangan. Raden Saleh juga membangun sebuah rumah di kawasan Cikini, dengan gaya neo-gothic. Salah satu lukisan paling fenomenal yang pernah dibuat olehnya adalah lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro yang menunjukkan rasa nasionalismenya.

-Teuku Alif Ananda
Editor : Veronica Septiana S

Sumber :
Werner Kraus. Raden Saleh & Karyanya. KPG 2018.

Bagikan Artikel ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published.