Connect with us

Inspirasi

Syarat Jadi Orang Sukses

Syarat sukses

Apa sih syarat jadi orang sukses ? Jadi anak orang kaya donk, udah pasti sukses..

Tidak dapat dipungkiri, faktor pendidikan dan latar belakang keluarga memiliki pengaruh sangat besar dalam menentukan kesuksesan seseorang. Pendidikan memadai, keluarga yang suportif, materi yang cukup, membuat seseorang memiliki kesempatan untuk menjadi lebih sukses dari orang yang tidak mendapatkan privilege yang sama.

Namun, faktor itu bukanlah yang utama. Karena toh banyak juga orang yang berpendidikan tinggi menjadi pengangguran, atau orang kaya yang bangkrut karena tidak dapat mengelola harta warisan dari orangtuanya.

Selain faktor privillage, yang memang sudah tidak bisa lagi kita ubah, ada 4 faktor penting yang sangat menentukan kesuksesan seseorang, yaitu :

1. Faktor Skill dan kapasitas.

Faktor yang satu ini merupakan faktor utama yang menentukan prestasi dan kesuksesan seseorang. Seseorang yang memiliki kapasitas serta bobot di dalam hidupnya, pasti akan dihargai lebih oleh orang lain, memiliki nilai tambah / nilai jual yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. 

Dalam jaman yang sudah serba canggih ini, dimana segala informasi dan ilmu tersebar secara cuma-cuma di dunia maya, dengan bermodalkan kuota internet saja, bahkan seseorang yang tidak memiliki akses ke lembaga pendidikan formal pun dapat menjadi ahli di suatu bidang dan berprestasi disana.

2. Faktor Kesempatan.

Skill tanpa adanya kesempatan hanya menjadi mubazir, dan kita pun tidak dapat menikmati keberhasilan. “

Persiapan yang matang saat bertemu dengan kesempatan, akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Perlu diingat, bahwa memang kesempatan tidak datang setiap saat, tetapi saat seseorang memiliki semangat juang (fighting spirit) yang kuat, maka ia akan terus mengejar kesempatan yang ada dan berusaha membuka pintu kesempatan yang baru.

3. Faktor ketulusan dan niat hati.

Ada banyak orang yang kuang beruntung dalam mengenyam pendidikan, tapi berkat ketulusan dan ketangguhan hati yang ia miliki, seakan menuntun dia untuk bertemu dengan orang-orang kunci yang kemudian berperan penting dalam keberhasilannya di masa depan.

4. God Factor

Faktor yang terpenting tapi justru sering dilupakan oleh orang, yaitu faktor campur tangan Tuhan dalam setiap langkah manusia.

Sesuatu yang sering kita sebut “keberuntungan” atau “kebetulan”, seringkali merupakan campur tangan Tuhan sebagai ganjaran atas kesetiaan dan ketulusan hati seseorang.

Karena itu jangan pernah berkecil hati ataupun tawar hati, jika karena kebenaran kita seakan merasa tertindas : sulit dapat promosi jabatan, tidak ikut kecipratan duit “bonus”, dan lain-lain. Jangan pernah mengorbankan ketulusan, kejujuran, dan nilai-nilai luhur yang sudah kita hidupi.

Orang-orang yang selama ini memanipulasi orang lain dan menggunakan cara yang tidak halal untuk menikmati “keberhasilan”, tidak akan pernah menikmati keberhasilan yang kekal.

Kenyataan sudah berbicara : Ada orang yang tampak sukses, tapi hidupnya justru kacau balau. Tiap malam sulit tidur, keluarga tidak harmonis, bahkan terus sakit-sakitan. Karena sadar ataupun tidak, seseorang yang menabur dalam kejahatan sesungguhnya sedang terus mengalami kemerosotan hidup baik itu dari segi moril dan mentalitas yang sudah pasti akan ikut merusak aspek hidupnya yang lain.

Dalam artikel berikutnya, Indonesiaone akan membahas lebih lanjut tentang tips-tips dan cara praktis yang dapat kita praktekkan dan menapaki jalan kesuksesan.

Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inspirasi

Dalam Bisnis Kawan pun Dimakan!

Bisnis itu Kejam

Dunia bisnis itu kejam, ga kenal kawan ataupun lawan, ga kenal perasaan, semua pesaing bisnis pasti dilibas..

Itulah kehidupan dunia bisnis yang selama ini kita kenal. Kawan saja bisa dimakan, demi keuntungan bisnis semata. Tidak ada yang namanya hati nurani di dalam dunia bisnis.

Padahal sejatinya, dunia bisnis sebetulnya tidak terpisahkan dari hati nurani dan etika dalam bekerja. Ideologi dasar berbisnis adalah mencari keuntungan dengan memberikan manfaat bagi orang lain. 

Itulah sebabnya hati nurani seharusnya menjadi “rambu-rambu” yang terpasang di dalam hidup setiap manusia, yang memberikan sinyal untuk kita mengenali hal-hal mana yang boleh dilakukan dan hal mana yang tidak boleh kita lakukan dan harus kita hindari.

Seseorang yang menggunakan nurani dalam berbisnis, tidak akan pernah memakai fasilitas dan jabatan yang ia miliki hanya untuk memperkaya diri sendiri diatas kerugian dan kesengsaraan orang lain.

Persoalannya, seringkali keuntungan materi dan pertimbangan logis (hitung-hitungan) seringkali menyajikan data bahwa cara-cara yang tidak etis, curang, dan egois justru memberikan keuntungan materi yang jauh lebih banyak dibandingkan cara-cara yang terhormat.

Disinilah manusia dihadapkan dengan pilihan, apakah tetap mempertahankan integritas dan kemurnian hati nuraninya, atau justru mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya dengan jalan curang yang mengorbankan integritas dan hati nuraninya.

Hati nurani yang terus dilanggar akan membuat suara hati nurani orang itu menjadi mati, ia pun menjadi terbiasa dengan tindakan yang salah dan tidak lagi merasa salah. Barulah jika kesalahannya itu terbongkar, ia akan mengaku “khilaf” melakukannya untuk menutupi rasa malu atau menarik simpati orang lain.

Continue Reading

Inspirasi

Berubah itu Mudah

Seringkali dalam sebuah profesi yang kita sedang jalani menuntut perubahan, dan kita akan kesulitan beradaptasi jika tidak memiliki paradigma yang mencintai perubahan.

Menjadi sesuatu yang sulit bagi kebanyakan orang untuk membangun mentalitas mencintai perubahan, karena memang lebih nyaman bagi seseorang untuk tetap diam di posisinya dan menghindari hal-hal atau tantangan yang baru.

Untuk dapat memiliki mentalitas yang mencintai perubahan, kita perlu memiliki paradigma yang mencintai perubahan, sehingga kita tidak akan mengalami kendala untuk berubah. 

Kita dapat memulainya dari hal-hal yang sederhana, misalnya mencoba rute alternatif saat pulang atau pergi kerja, atau mencoba resep makanan baru yang belum pernah kita coba, atau jika setelah pulang kerja kita terbiasa menonton tv di sofa, kali ini lakukanlah hal yang baru seperti berolahraga atau membaca buku.

Pada awalnya alam bawah sadar kita akan memberi sinyal “tidak nyaman”, bahwa ini adalah hal di luar rutinitas kita. Tetapi setelah 2-3 kali kita mendisiplin diri melakukan hal di luar rutinitas kita, maka secara perlahan rasa tidak nyaman itu akan hilang dan kita mulai bisa menikmati aktivitas-aktivitas baru tersebut.

 Dari hal-hal yang sederhana, pikiran kita mulai terbiasa untuk berpikir “out of the box”, keluar dari limitasi yang tanpa sadar selama ini kita miliki. Kita pun mulai mendapati bahwa ada banyak hal-hal yang menarik dari sesuatu yang baru dan secara perlahan kita mulai berani untuk mencoba hal-hal yang baru.

Keteraturan vs mencintai perubahan.

Mencintai perubahan bukan berarti hidup kita jadi sembrono dan tidak terkontrol begitu saja, kita memang harus terus memiliki keteraturan dalam hidup ini.

Yang menjadi poin adalah, jangan ijinkan pola hidup teratur yang kita miliki menjadi “penjara” bagi hidup kita, tapi jangan juga mentalitas mencintai perubahan membuat kita tidak menata hidup kita. Keduanya harus seimbang dan menjadi 1 paket yang terbangun dalam hidup kita.

Continue Reading

Inspirasi

Kenapa Saya Minder ?

Ada banyak orang yang sering merasa minder, tanpa tahu apa sebenarnya alasan mereka minder.

“Udah bawaan dari sononya” gitu katanya.

Padahal, seseorang menjadi minder pasti selalu memiliki alasan dibaliknya. Pada umumnya hal itu disebabkan oleh sesuatu hal di masa lalunya, akibat dibesarkan di keluarga yang kurang suportif, dan tidak pernah dilatih untuk tampil di depan umum.

Sebetulnya orang-orang yang terkenal, para pembicara hebat yang sering berbicara di hadapan ribuan orang, juga memulai dari titik yang sama. Mereka gugup, jantung berdebar, ataupun mulut kaku saat hendak berbicara di depan umum. Perbedaannya adalah, mereka terus mencoba, semakin ahli dan terbiasa dan seiring waktu mereka memiliki “jam terbang” yang lebih dari orang-orang lainnya.

Kekuatiran adalah tembok penahan.

Ketakutan dan kekhawatiran yang menahan kita melakukan hal-hal baru atau menciptakan peluang di tengah tantangan sebetulnya hanyalah ketakutan fiktif.

Hal itu disebabkan karena kita terlanjur memiliki jalan berpikir dan mentalitas yang negatif. Melihat segala sesuatu dari sisi yang negatif. Tanpa kita sadari, alam bawah sadar selalu mengirim sinyal alarm yang menahan kita untuk melangkah maju.

Efek trauma masa lalu.

Mentalitas negatif dan kekhawatiran juga dapat disebabkan oleh trauma masa lalu yang meninggalkan bekas luka yang mendalam/membekas sehingga seseorang memiliki rasa takut untuk hal tersebut terulang.

Untuk itu kita harus belajar merasionalisasi apa yang kita takutkan dan mencari akar masalahnya. Jika hal tersebut terjadi karena kelalaian kita sendiri, maka kita harus memastikan bahwa kesalahan tersebut tidak akan terulang kembali.

Jika hal itu terjadi karena kesalahan orang lain, maka kita hanya perlu lebih waspada. Dengan demikian kita dapat menanggulangi setiap ketakutan dan kekhawatiran yang seringkali muncul akibat trauma.

Seringkali orang yang pernah mengalami trauma akan menjadi terlalu waspada dan khawatir berlebihan, namun sebetulnya dalam setiap peristiwa yang kita alami, kita selalu dapat mengkalkulasi resiko yang ada. 

Menanggulangi efek trauma.

Kembali, untuk menanggulangi trauma yang “tersimpan” di alam bawah sadar, kita harus mengedit ulang alam bawah sadar kita dengan teknik afirmasi (memperkatakan perkataan positif + membayangkannya)

Kita juga dapat melakukan rasionalisasi peristiwa trauma tersebut dan menganalisanya serta mencari solusi agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Kombinasi antara teknik afirmasi dan rasionalisasi akan membawa dampak besar bagi diri kita dan mulai membersihkan “File” dalam alam bawah sadar kita serta mengklasifikasikan trauma tersebut sebagai “special case” saja, sehingga kita bisa kembali hidup dengan normal seperti sebelum peristiwa itu terjadi.

Continue Reading

Trending!!