Kerajinan Daun Singkong

Tangkai Daun Singkong, Bahan Alami Penunjang Kreativitas Anak!

Bagikan Artikel ini :

Halo Sobat TGR!

Hayo, siapa yang masih ingat dulu suka bikin mainan tradisional dari tangkai daun singkong? Atau mungkin Sobat belum pernah memainkannya? Pada kesempatan ini, kita akan membahas topik sekaligus mengingatkan kembali memori masa kecil, salah satunya permainan yang dibuat dari tangkai daun singkong. Buat yang belum tahu apa itu permainan tangkai daun, jangan sampai melewati ulasan ini ya!

Zaman dulu, anak-anak bisa dibilang sangat kreatif dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya, termasuk bahan alam untuk dijadikan sebagai alat permainan. Permainan ini sangat sederhana dan biasa dijadikan sebagai ajang seru-seruan bersama teman sebaya. Sobat TGR pasti sudah bertanya-tanya, kira-kira permainan apa saja sih yang terbuat dari tangkai daun singkong? Simak ulasan berikut ini ya!

  • Kalung

Siapa yang masih ingat dengan permainan kalung tangkai daun singkong? Yap, permainan ini sangat khas dimainkan oleh gadis kecil. Biasanya, mereka memakai kalung tradisional dari tangkai daun singkong untuk menampilkan kecantikan dirinya bersama teman-teman.

(Dokumentasi Shanty, diakses 15 Januari 2022)

Berbekal sehelai daun singkong yang masih ada tangkainya, anak-anak sudah bisa menghasilkan satu buah kalung yang bisa dijadikan bahan permainan. Cara membuatnya pun sangatlah mudah, dengan memotong pendek setiap sisi daunnya. Ibarat kalung asli, bagian daun yang pendek ini nantinya akan dijadikan sebagai liontin. 

(Dokumentasi Shanty, diakses 15 Januari 2022)

Langkah berikutnya adalah mematahkan tangkainya kecil-kecil kemudian ditarik ke bawah. Hal terpenting adalah bagian kulit luar tangkai yang berwarna merah ini jangan sampai putus karena kulit tersebut berfungsi sebagai penyambung antara satu patahan dengan patahan lainnya. Langkah terakhir, ambil sebatang lidi yang dipotong kecil, lalu tusukkan di ujung tangkai satu dengan yang lainnya, dan jadilah kalung tangkai daun singkong. Tertarik untuk membuatnya?

  • Wayang

Tidak hanya dimanfaatkan untuk membuat permainan kalung, tangkai daun singkong juga bisa disulap menjadi sebuah wayang lho! Anak-anak pun dapat bermain layaknya seorang dalang. Tidak ada lakon khusus yang dimainkan, cerita yang dibawakan pun kebanyakan sesuka hati mereka karena memang dimainkan oleh anak-anak. Akan tetapi, wayang ini sudah cukup untuk dijadikan alat bermain menghibur anak-anak zaman dulu.

Kalau membuat kalung cukup memakai satu tangkai daun, berbeda halnya jika ingin membuat wayang. Dibutuhkan tangkai daun yang cukup banyak untuk menghasilkan satu buah wayang. Tangkai daun singkong yang digunakan pun tidak bisa sembarangan, harus yang sudah tua. Tekstur tangkai yang sudah lebih lentur sehingga mudah untuk dibentuk dan tidak mudah patah. Dengan begitu mereka bisa sekreatif mungkin menyusun tangkai daun hingga membentuknya menjadi sebuah wayang. Permainan ini juga akan memainkan imajinasi anak dalam memerankan dirinya sebagai seorang dalang.

(Dokumentasi MediaDevita, Diakses 15 Januari 2022)

Permainan tradisional sangatlah bermanfaat dilihat dari berbagai sisi. Permainan ini jelas dapat menghemat biaya karena tidak perlu mengeluarkan uang yang berlebih. Semua bahan bisa didapatkan dari alam dan banyak juga yang tumbuh di pekarangan rumah. Selain itu, membuat permainan tradisional seperti ini juga dapat mengasah kreativitas anak, terlebih bagi mereka yang sedang dalam masa tumbuh dan bermain.

Berlatih membuat permainan tradisional seperti ini berarti juga melatih keterampilan motorik halus pada anak. Dengan kegiatan tersebut, anak telah melibatkan penggunaan jari-jemari, koordinasi mata, dan tangan, serta mampu mengendalikan emosi dalam beraktivitas, yang mana permainan ini membutuhkan ketepatan, kecermatan, dan kerapian. 

Yuk, kita kenalkan permainan tradisional pada anak-anak! Agar permainan tradisional tetap eksis tidak termakan oleh kecanggihan teknologi yang ada. Lupakan Gadgetmu, Ayo Main Di Rumah! (IND/ed.NIU&SF)

REFERENSI

_____. 2020. Nostalgia dengan Wayang Daun Singkong. Dikutip dari Radar Bandung: https://www.radarbandung.id/2020/02/11/nostalgia-dengan-wayang-daun-singkong/. Diakses 15 Januari 2022. 

Anonim. 2015. media wayang. Diambil dari Media Devita:  http://mediadevita.blogspot.com/2015/06/media-wayang.html. Diakses 15 Januari 2022.

Jurnal “Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak dengan Menggunakan Media Batang Daun Singkong pada Anak Kelompok B1 TK Dharma Wanita Persatuan Sumberingin Kidul Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2017/2018” oleh Niken Silvia, Mahasiswa PG PAUD FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri tahun 2018.

Maskur, Fatkhul. 2018. LAPORAN DARI JEPANG (9) : Merajut Hubungan Dua Bangsa Dengan Daun Singkong. Diambil dari Bisnis.com:  https://traveling.bisnis.com/read/20180730/224/822116/laporan-dari-jepang-9-merajut-hubungan-dua-bangsa-dengan-daun-singkong. Diakses 15 Januari 2022.

Ridlo, Muhammad. 2019. Semangat Pagi Bocah Purbalingga Mendalang Wayang Ranting Singkong. Dikutip dari Liputan6.com: https://www.liputan6.com/regional/read/4038970/semangat-pagi-bocah-purbalingga-mendalang-wayang-ranting-singkong. Diakses 15 Januari 2022.

Santy, Rebellina. 2016. Salon-salonan, Permainan Masa Kecil yang Unik dan Tak Terlupakan. Diambil dari Rebellina Santy:  https://rebellinasanty.blogspot.com/2016/01/salon-salonan-permainan-masa-kecil-yang.html. Diakses 15 Januari 2022.

Sitam, Nasirullah. 2015. Kalung dari Tangkai Daun Singkong. Dikutip dari Nasirulsitam.com: https://www.nasirullahsitam.com/2015/04/kalung-dari-tangkai-daun-singkong.html?m=1. Diakses 15 Januari 2022. 

Bagikan Artikel ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *