Connect with us

Inspirasi

Bahagia Itu Wajar

IndonesiaOne.org – Bahagia itu wajar!! Menjalani kehidupan sehari – hari tidak boleh disertai dengan rasa lelah, capek, dan kehilangan harapan. Mungkin satu dua hari mengalami berbagai perasaan tersebut tidaklah menjadi masalah. Tapi jika sudah berminggu – minggu, berbulan – bulan, bahkan bertahun – tahun, hal tersebut sudah tidak lagi wajar. Sebab sesungguhnya hidup Anda layak untuk diisi dengan kebahagiaan, sukacita, dan damai sejahtera.

Lalu faktor apa yang menentukan kebahagiaan dalam hidup ini? Uang? Harta? Takhta?Kebaikan orang lain? Jika Anda menganggap itu semua dapat membahagiakan diri Anda, maka hal itu jugalah yang akan mengecewakan diri Anda. Uang bisa saja hilang, harta bisa juga hilang, posisi pun bisa juga hilang, bahkan orang lain yang baik bisa berubah dan akhirnya berbuat jahat kepada Anda. Suatu kebodohan jika Anda menggantungkan kebahagiaan pada itu semua.

Bagaimana Anda bisa beroleh kebahagiaan yang sejati? Bergantunglah pada yang pasti – pasti saja. Apa yang dimaksud hal yang pasti – pasti saja? Yaitu prinsip – prinsip kehidupan yang sejati! Bahwa kebahagiaan hanya bisa diperoleh dari prinsip dan sudut pandang yang benar tentang kehidupan!

Contoh prinsip kehidupan tentang ‘lebih baik memberi daripada menerima’, ‘harta bukan segalanya’, ‘Tuhan adalah segalanya’, ‘lebih baik berkorban daripada menuntut’, ‘hati yang gembira adalah obat’. Jika itu Anda praktekkan dalam hidup sehari – hari, maka sudah pasti hidup Anda jadi bahagia, mudah bersyukur, dan bersukacita.

Tidaklah wajar menjalani hidup penuh air mata, Tuhan tidak menetapkan Anda untuk menderita, melainkan untuk berbahagia dalam segala keadaan. Ubah sudut pandang Anda, maka kebahagiaan menjadi milik Anda.

Saat kamu menjalani hidup berdasarkan tujuan (Purpose) yang Sang Pencipta taruh atas hidupmu, tanpa disadari sesungguhnya kamu sedang mengejar sesuatu yang lebih besar dari dirimu sendiri. Ada dua hal yang harus dimengerti oleh setiap kita mengenai maksud serta pengertian dari kebahagiaan itu sendiri.

1.  Setiap tujuan hidup yang Sang Pencipta taruh atas hidup seseorang selalu ditujukkan untuk membuat orang yang bersangkutan menjadi orang yang berguna bagi banyak orang lain.

Saat kamu telah menemukan tujuan hidupmu yang sesungguhnya maka kamu akan selalu mendapati bahwa dirimu diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Sesukses, sehebat dan sekaya apapun dirimu akan menjadi tidak bermakna saat kamu menikmati kebahagiaan itu hanya seorang diri. Namun berbeda dan akan lebih jauh bermakna serta berharga saat semua itu bisa kamu nikmati dan berbagi dengan orang-orang lain.

Cobalah menemukan ‘jembatan penghubung’ yang dapat mengkondisikan dirimu untuk mulai bisa berbagi kebahagiaan yang kamu miliki kepada orang lain. Hal ini justru akan membuat dirimu dapat menikmati kebahagian yang lebih besar dan sifatnya langgeng.

2.  Kita perlu mendefinisi ulang pemahaman yang selama ini kita miliki mengenai kebahagiaan. Banyak orang memahami kebahagiaan sebagai moment atau saat kita berhasil meraih dan menerima sesuatu.

Sesungguhnya, alasan seseorang terus dibakar oleh api ambisi dan pada akhirnya berakhir menjadi seseorang yang serakah atau tidak pernah merasa puas dengan apa yang ia miliki adalah karena pemahaman yang ia miliki tentang kebahagiaan adalah dengan menerima atau mendapatkan sesuatu.

Saat kamu mendapatkan sesuatu, kamu memang akan merasakan suatu kebahagiaan namun kebahagiaan tersebut akan selalu bersifat sementara. Dan demi untuk merasakan kebahagiaan yang sama, kamu harus mendapatkan sesuatu yang lain dan dalam jumlah yang lebih besar atau banyak. Secara perlahan tapi pasti, kamu sedang menumbuhkan suatu ‘perasaan kecanduan’ yang membuatmu berubah menjadi seseorang yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah kamu miliki. Berbeda saat kamu memahami kebahagiaan sebagai momen untuk memberi atau berbagi apa yang kamu miliki dengan orang lain.

Momen berbagi dengan orang lain yang kamu jalani akan menciptakan suatu rasa kebahagiaan yang berbeda. Kamu akan menikmati suatu porsi kehidupan yang tidak bisa di ambil oleh siapapun yaitu sebuah kebahagiaan hidup yang sejati. Dan rasa bahagia tersebut akan selalu tersimpan dalam memorimu sehingga kapanpun kamu mengingat kembali momen berbagi tersebut, maka rasa bahagia yang sama akan kembali muncul.

Untuk mulai dapat berbagi, kita tidak harus memiliki segala sesuatu terlebih dahulu. Mulailah dengan apa yang sekarang kita miliki dan teruslah bertumbuh dalam membagikan kebahagiaan kepada banyak orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inspirasi

Dalam Bisnis Kawan pun Dimakan!

Bisnis itu Kejam

Dunia bisnis itu kejam, ga kenal kawan ataupun lawan, ga kenal perasaan, semua pesaing bisnis pasti dilibas..

Itulah kehidupan dunia bisnis yang selama ini kita kenal. Kawan saja bisa dimakan, demi keuntungan bisnis semata. Tidak ada yang namanya hati nurani di dalam dunia bisnis.

Padahal sejatinya, dunia bisnis sebetulnya tidak terpisahkan dari hati nurani dan etika dalam bekerja. Ideologi dasar berbisnis adalah mencari keuntungan dengan memberikan manfaat bagi orang lain. 

Itulah sebabnya hati nurani seharusnya menjadi “rambu-rambu” yang terpasang di dalam hidup setiap manusia, yang memberikan sinyal untuk kita mengenali hal-hal mana yang boleh dilakukan dan hal mana yang tidak boleh kita lakukan dan harus kita hindari.

Seseorang yang menggunakan nurani dalam berbisnis, tidak akan pernah memakai fasilitas dan jabatan yang ia miliki hanya untuk memperkaya diri sendiri diatas kerugian dan kesengsaraan orang lain.

Persoalannya, seringkali keuntungan materi dan pertimbangan logis (hitung-hitungan) seringkali menyajikan data bahwa cara-cara yang tidak etis, curang, dan egois justru memberikan keuntungan materi yang jauh lebih banyak dibandingkan cara-cara yang terhormat.

Disinilah manusia dihadapkan dengan pilihan, apakah tetap mempertahankan integritas dan kemurnian hati nuraninya, atau justru mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya dengan jalan curang yang mengorbankan integritas dan hati nuraninya.

Hati nurani yang terus dilanggar akan membuat suara hati nurani orang itu menjadi mati, ia pun menjadi terbiasa dengan tindakan yang salah dan tidak lagi merasa salah. Barulah jika kesalahannya itu terbongkar, ia akan mengaku “khilaf” melakukannya untuk menutupi rasa malu atau menarik simpati orang lain.

Continue Reading

Inspirasi

Berubah itu Mudah

Seringkali dalam sebuah profesi yang kita sedang jalani menuntut perubahan, dan kita akan kesulitan beradaptasi jika tidak memiliki paradigma yang mencintai perubahan.

Menjadi sesuatu yang sulit bagi kebanyakan orang untuk membangun mentalitas mencintai perubahan, karena memang lebih nyaman bagi seseorang untuk tetap diam di posisinya dan menghindari hal-hal atau tantangan yang baru.

Untuk dapat memiliki mentalitas yang mencintai perubahan, kita perlu memiliki paradigma yang mencintai perubahan, sehingga kita tidak akan mengalami kendala untuk berubah. 

Kita dapat memulainya dari hal-hal yang sederhana, misalnya mencoba rute alternatif saat pulang atau pergi kerja, atau mencoba resep makanan baru yang belum pernah kita coba, atau jika setelah pulang kerja kita terbiasa menonton tv di sofa, kali ini lakukanlah hal yang baru seperti berolahraga atau membaca buku.

Pada awalnya alam bawah sadar kita akan memberi sinyal “tidak nyaman”, bahwa ini adalah hal di luar rutinitas kita. Tetapi setelah 2-3 kali kita mendisiplin diri melakukan hal di luar rutinitas kita, maka secara perlahan rasa tidak nyaman itu akan hilang dan kita mulai bisa menikmati aktivitas-aktivitas baru tersebut.

 Dari hal-hal yang sederhana, pikiran kita mulai terbiasa untuk berpikir “out of the box”, keluar dari limitasi yang tanpa sadar selama ini kita miliki. Kita pun mulai mendapati bahwa ada banyak hal-hal yang menarik dari sesuatu yang baru dan secara perlahan kita mulai berani untuk mencoba hal-hal yang baru.

Keteraturan vs mencintai perubahan.

Mencintai perubahan bukan berarti hidup kita jadi sembrono dan tidak terkontrol begitu saja, kita memang harus terus memiliki keteraturan dalam hidup ini.

Yang menjadi poin adalah, jangan ijinkan pola hidup teratur yang kita miliki menjadi “penjara” bagi hidup kita, tapi jangan juga mentalitas mencintai perubahan membuat kita tidak menata hidup kita. Keduanya harus seimbang dan menjadi 1 paket yang terbangun dalam hidup kita.

Continue Reading

Inspirasi

Kenapa Saya Minder ?

Ada banyak orang yang sering merasa minder, tanpa tahu apa sebenarnya alasan mereka minder.

“Udah bawaan dari sononya” gitu katanya.

Padahal, seseorang menjadi minder pasti selalu memiliki alasan dibaliknya. Pada umumnya hal itu disebabkan oleh sesuatu hal di masa lalunya, akibat dibesarkan di keluarga yang kurang suportif, dan tidak pernah dilatih untuk tampil di depan umum.

Sebetulnya orang-orang yang terkenal, para pembicara hebat yang sering berbicara di hadapan ribuan orang, juga memulai dari titik yang sama. Mereka gugup, jantung berdebar, ataupun mulut kaku saat hendak berbicara di depan umum. Perbedaannya adalah, mereka terus mencoba, semakin ahli dan terbiasa dan seiring waktu mereka memiliki “jam terbang” yang lebih dari orang-orang lainnya.

Kekuatiran adalah tembok penahan.

Ketakutan dan kekhawatiran yang menahan kita melakukan hal-hal baru atau menciptakan peluang di tengah tantangan sebetulnya hanyalah ketakutan fiktif.

Hal itu disebabkan karena kita terlanjur memiliki jalan berpikir dan mentalitas yang negatif. Melihat segala sesuatu dari sisi yang negatif. Tanpa kita sadari, alam bawah sadar selalu mengirim sinyal alarm yang menahan kita untuk melangkah maju.

Efek trauma masa lalu.

Mentalitas negatif dan kekhawatiran juga dapat disebabkan oleh trauma masa lalu yang meninggalkan bekas luka yang mendalam/membekas sehingga seseorang memiliki rasa takut untuk hal tersebut terulang.

Untuk itu kita harus belajar merasionalisasi apa yang kita takutkan dan mencari akar masalahnya. Jika hal tersebut terjadi karena kelalaian kita sendiri, maka kita harus memastikan bahwa kesalahan tersebut tidak akan terulang kembali.

Jika hal itu terjadi karena kesalahan orang lain, maka kita hanya perlu lebih waspada. Dengan demikian kita dapat menanggulangi setiap ketakutan dan kekhawatiran yang seringkali muncul akibat trauma.

Seringkali orang yang pernah mengalami trauma akan menjadi terlalu waspada dan khawatir berlebihan, namun sebetulnya dalam setiap peristiwa yang kita alami, kita selalu dapat mengkalkulasi resiko yang ada. 

Menanggulangi efek trauma.

Kembali, untuk menanggulangi trauma yang “tersimpan” di alam bawah sadar, kita harus mengedit ulang alam bawah sadar kita dengan teknik afirmasi (memperkatakan perkataan positif + membayangkannya)

Kita juga dapat melakukan rasionalisasi peristiwa trauma tersebut dan menganalisanya serta mencari solusi agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Kombinasi antara teknik afirmasi dan rasionalisasi akan membawa dampak besar bagi diri kita dan mulai membersihkan “File” dalam alam bawah sadar kita serta mengklasifikasikan trauma tersebut sebagai “special case” saja, sehingga kita bisa kembali hidup dengan normal seperti sebelum peristiwa itu terjadi.

Continue Reading

Trending!!