Hedonisme

Ciri-ciri Orang Yang Hedonis

Bagikan Artikel ini :

IndonesiaOne.org – Kita pasti sering mendengar istilah hedonisme dan kebanyakan kita mengartikan itu sebagai tindakan seseorang menghambur-hamburkan uang saja. Tetapi sesungguhnya lebih dari itu, dan jika kita sudah mengerti dengan benar apa sih maksud dari hedonisme serta bagaimana ciri-cirinya. Maka kita akan mulai mencek ulang apakah gaya hidup kita sekarang ini masih ada sisi hedonisme atau tidak.

Menurut etimologi, kata hedonisme diambil dari Bahasa Yunani hēdonismos dari kata hēdonē yang artinya kesenangan. Jadi jika disimpulakn arti dari hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan cara mencari kesenangan pribadi sebanyak mungkin meski menggunakan berbagai cara.

Dan kali ini, IndonesiaOne.org memberikan beberapa ciri-ciri orang yang ternyata hidupnya hedonisme :

1. Uji Saat Ada ‘Uang Kaget’

Apa respon kita saat menerima “Uang Kaget”

Sifat hedonis akan terlihat bukan saat kamu tidak memiliki uang, tapi justru akan muncul saat ada uang banyak di tanganmu. Biasanya kamu akan diuji saat berada di posisi OKB (orang kaya baru) yang sedang menerima ‘uang kaget’ dalam jumlah besar.

Jika ada sifat hedonis di dalam dirimu, maka tanpa disadari ‘keinginan-keinginanmu’ yang dahulu belum terpenuhi akan mulai kamu realisasikan. Alhasil, uang kaget itupun seakan raib atau lenyap karena kamu menggunakannya untuk memuaskan ‘dahaga’ keinginanmu itu.

Lalu mengapa ada orang yang sewaktu memiliki uang menjadi hedonis, padahal sebelumnya ia bukanlah orang yang seperti itu ?? Jawabannya adalah sesungguhnya ia memiliki ‘benih’ hedonisme saat berada di posisi tidak memiliki uang berlebih. Ia tidak bisa menjadi hedonis, karena memang ia sedang tidak memiliki uang banyak yang bisa mewujudkan keinginannya. Maka dari itu saat ada ‘uang kaget’, sifat hedonisnya yang selama ini terpendam, akhirnya menunjukkan diri.

2. Gaya Hidup Besar Pasak Daripada Tiang (Konsumtif)

Borong semuaaa

Biasanya hedonisme akan membuat gaya hidupmu menjadi besar pasak daripada tiang, yang artinya pengeluaranmu lebih besar daripada pemasukan yang ada. Jika kamu mau mengoreksi gaya hidupmu, maka sebenarnya pengeluaranmu yang banyak itu terjadi dikarenakan keinginan-keinginanmu dan bukan kebutuhan utama yang sesungguhnya.

Kamu terbilang sosok yang konsumtif dan lebih mengutamakan penampilan luar yang terlihat ‘mewah’, padahal sesungguhnya kondisi kehidupan di dalam rumah berbanding terbalik dengan gayamu itu. Dan ini sangat tidak sehat.

Cara untuk menganggulanginya, evaluasi ulang pengeluaranmu dan mulai pisahkan mana pengeluaran yang memang kebutuhan utamamu dengan keinginan pribadi belaka atau pengeluaran yang sebenarnya tidak penting.

baca juga : 

Ciri-ciri Orang Yang Tamak dan Berakhir Menjadi Miskin Karena Uang

3.  Tujuan Hidupnya Adalah Mencari Uang Sebanyak-banyaknya & Berani Bertindak Kriminal

Menghalalkan segala cara

Hedonisme akan membuat tujuan hidupmu adalah mencari uang sebanyak-banyaknya, karena engkau menganggap uang dapat memfasilitasi dirimu untuk mewujudkan segala keinginanmu. Tak berhenti di situ, hedonisme akan membuatmu berani untuk bertindak kriminal atau melanggar hukum dan norma-norma yang ada. Karena tanpa disadari sudah terbangun mentalitas atau paham yang berani untuk berbuat apa saja, meski harus melanggar hukum dan norma yang ada tanpa memikirkan akibatnya.

Hal tersebut rela kamu lakukan hanya untuk memenuhi kesenanganmu sendiri. Bahkan meski kamu mengemukakan pendapat bahwa caramu itu untuk kebaikan orang-orang yang kamu sayangi, tetap saja itu perbuatan yang tidak tepat. Karena menikmati kekayaan dengan kecenderungan hati yang hedonis dengan menikmati berkat Tuhan, perbedaannya sangat tipis. Maksudnya tipis adalah terkadang orang berkata ia sedang menikmati berkat-berkat yang Tuhan beri, padahal yang sesungguhnya terjadi ia sedang menikmati kekayaan dengan sikap hati yang hedonis.

Maka dari itu pastikan tujuan dan motivasi hidupmu itu benar serta Ilahi, karena manusia itu diciptakan bukan sekedar untuk mencari kekayaan untuk kesenangannya semata, namun lebih jauh mulia dari itu. Cara agar jalan hidupmu tetap murni dari hedonis adalah dengan terus mengikuti tuntunan hati nurani yang ada dalam dirimu.

baca juga :

Mengapa Penting Mendengar Suara Hati Nurani ??

4. Individualisme & Diskriminatif

Hedonisme cenderung akan membuatmu bersikap individualis atau tidak memerlukan bantuan orang lain. Kamu merasa sudah mampu untuk hidup sendiri, padahal kenyataannya setiap manusia pasti selalu membutuhkan sesamanya. Karena pada dasarnya manusia memang hakikatnya diciptakan sebagai makhluk sosial.

Tetapi jika kamu bertemu dengan orang-orang yang sesuai dengan gaya hidupmu yang hedonis, maka mereka akan kamu jadikan sebagai komunitas bagimu. Karena pergaulan glamour dan hedonis itu, akhirnya menjadikanmu pribadi yang menilai seseorang dari strata atau status sosialnya atau biasa kita kenal dengan sebutan diskriminatif. Kamu pun merasa diri lebih tinggi atau berbeda kelas serta golongan dari orang lain.

5. Tingkat Produktivitas Rendah (Pemalas)

Santai dulu kaya di pantai…

Hedonisme juga bisa memunculkan sisi lain yang berbeda dari poin 3 yakni sifat yang pemalas. Malas merupakan akibat yang ditimbulkan dari hedonis, karena kamu selalu menyia-nyiakan waktu yang ada hanya untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai padahal itu adalah sesuatu yang tidak berguna.

Kamu akan melakukan sesuatu hanya bila diperintah atau ditekan oleh seseorang. Namun kamu lebih sering memberikan ribuan alasan untuk membenarkan kemalasanmu itu. Bisa dikatakan kamu adalah seseorang yang memiliki angan-angan atau impian yang besar tetapi tidak pernah mengambil langkah-langkah nyata untuk mewujudkannya.

baca juga : 5 Kebiasaan Kecil Yang Bisa Menjadi Musuh Kesuksesan Dalam Hidupmu

Itulah beberapa ciri-ciri orang yang hedonis. Jika kamu ternyata memiliki salah satu ciri di atas, maka kamu harus menanggulangi hal tersebut. Karena jika tidak, ciri-ciri hedonis lainnya akan mulai bermunculan dalam dirimu dan kamu akan makin terikat dengan kehidupan yang hedonis ini.

Mungkin sebagian kita bertanya, lalu apakah kita tidak berhak untuk berbahagia ?? Untuk menjawab hal tersebut, kamu harus bertanya pada dirimu terlebih dahulu, “jenis kebahagiaan seperti apa yang sedang kamu cari dan kejar saat ini ?? Apakah membangun dan memberikan dampak positif bagi dirimu serta orang-orang yang ada di sekitarmu ??”.

Jika kamu mengejar kebahagiaan yang sifatnya ‘lahiriah’ maka percayalah kebahagiaan itu hanya bertahan sementara dan kamu akan selalu merasa TIDAK PERNAH TERPUASKAN. Tapi jika kamu sudah menemukan kebahagiaan yang sejatinya, maka sifat hedonis tidak akan tumbuh dalam dirimu. Tapi justru sifat mensyukuri berbagai kondisi hidup yang ada, terus menerapkan hidup yang sederhana dan tidak hidup hanya untuk mementingkan kesenangan diri sendiri. Maka sesungguhnya kamu sedang menikmati kebahagiaan yang tak berkesudahan.

Penulis : Sherlynda Oktavia

 

Bagikan Artikel ini :

Leave a Reply