Connect with us

Inspirasi

Menerobos Zona Nyaman

Seperti yang sudah pernah dibahas dalam artikel sebelumnya : Terpenjara dalam zona nyaman, di artikel kali ini Indonesiaone akan memaparkan beberapa tips praktis untuk kita bisa keluar dari zona nyaman, ini dia beberapa tips nya :

1. Benahi konsep berpikir.

Hal pertama yang harus kita benahi adalah konsep pikir yang kita miliki, bahwa kita memiliki potensi yang tidak terbatas. Jangan batasi diri kita dengan sebuah limit yang kita ciptakan sendiri.

Kesuksesan saat ini bukanlah tujuan akhir, tetapi batu loncatan untuk level yang berikutnya.

Berlama-lama di zona nyaman tidak hanya menciptakan “status quo” , tetapi juga menciptakan kemerosotan dan bahkan kehancuran. Seseorang yang memilih untuk tidak mau berubah dan bergerak maju, dengan cepat akan segera tertinggal.

2. Ambil peluang yang baru.

Peluang baru artinya tanggung jawab baru serta tantangan yang baru. Pengalaman yang baru tersebut akan membuat kita “terpaksa” keluar dari zona nyaman yang selama ini kita miliki.

Beberapa hal ini dapat menjadi pertimbangan kita dalam memilih peluang tersebut :

  1. Kenali peluang tersebut, apakah akan membawa diri kita lebih baik dan memperbesar kapasitas diri kita ?
  2. Apakah keluarga mendukung ?
  3. Adakah yang harus kita korbankan ?

3 poin diatas sangatlah penting untuk menjadi pertimbangan kita mengambil peluang yang ada. Ketika peluang tersebut memiliki dampak positif bagi hidup kita, membuat kita semakin maju baik dalam skill dan kemampuan, maka peluang itu layak untuk dipertimbangkan. Faktor keluarga juga menjadi faktor penting yang tidak bisa dikesampingkan. Dukungan penuh dari keluarga akan membuat kita mantap untuk mengambil keputusan, sekaligus sebagai motivasi tambahan bagi kita ke depan.

Pertimbangan terakhir adalah hal-hal yang harus kita korbankan untuk mengambil peluang tersebut. Setiap kali kita mengambil keputusan untuk mengambil peluang yang baru, memang pasti selalu ada yang harus kita korbankan. Kita harus mempertimbangkan faktor tersebut, apakah peluang yang baru ini layak untuk kita ambil dan mengorbankan hal-hal yang telah kita miliki sebelumnya.

Dampak negatif dari zona nyaman

  1. Kehilangan daya juang : ibarat kehilangan bensin
  2. Kreatifitas : berhenti berkreasi
  3. Kehilangan visi dan inovasi : kehilangan kemampuan untuk melihat masa depan dan melakukan perencanaan. Org yg nyaman dgn zona nyaman akan cenderung mempraktekkan strategi yang sudah pernah berhasil sebelumnya, tanpa mencoba menyempurnakan strategi tersebut. (tdk ada terobosan baru)

Memiliki seorang mentor yang visioner, yang dapat menginspirasi hidup kita membantu kita untuk tidak terjebak dalam zona nyaman. Itulah mengapa sehebat apapun seorang atlet, tetap membutuhkan personal trainer atau pelatih yang dapat terus mendorongnya menerobos limit yang ia miliki saat ini.

Menikmati kesuksesan yang sudah diraih adalah hak kita, tetapi kita harus waspada agar tidak terlena karenanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Inspirasi

Dalam Bisnis Kawan pun Dimakan!

Bisnis itu Kejam

Dunia bisnis itu kejam, ga kenal kawan ataupun lawan, ga kenal perasaan, semua pesaing bisnis pasti dilibas..

Itulah kehidupan dunia bisnis yang selama ini kita kenal. Kawan saja bisa dimakan, demi keuntungan bisnis semata. Tidak ada yang namanya hati nurani di dalam dunia bisnis.

Padahal sejatinya, dunia bisnis sebetulnya tidak terpisahkan dari hati nurani dan etika dalam bekerja. Ideologi dasar berbisnis adalah mencari keuntungan dengan memberikan manfaat bagi orang lain. 

Itulah sebabnya hati nurani seharusnya menjadi “rambu-rambu” yang terpasang di dalam hidup setiap manusia, yang memberikan sinyal untuk kita mengenali hal-hal mana yang boleh dilakukan dan hal mana yang tidak boleh kita lakukan dan harus kita hindari.

Seseorang yang menggunakan nurani dalam berbisnis, tidak akan pernah memakai fasilitas dan jabatan yang ia miliki hanya untuk memperkaya diri sendiri diatas kerugian dan kesengsaraan orang lain.

Persoalannya, seringkali keuntungan materi dan pertimbangan logis (hitung-hitungan) seringkali menyajikan data bahwa cara-cara yang tidak etis, curang, dan egois justru memberikan keuntungan materi yang jauh lebih banyak dibandingkan cara-cara yang terhormat.

Disinilah manusia dihadapkan dengan pilihan, apakah tetap mempertahankan integritas dan kemurnian hati nuraninya, atau justru mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya dengan jalan curang yang mengorbankan integritas dan hati nuraninya.

Hati nurani yang terus dilanggar akan membuat suara hati nurani orang itu menjadi mati, ia pun menjadi terbiasa dengan tindakan yang salah dan tidak lagi merasa salah. Barulah jika kesalahannya itu terbongkar, ia akan mengaku “khilaf” melakukannya untuk menutupi rasa malu atau menarik simpati orang lain.

Continue Reading

Inspirasi

Berubah itu Mudah

Seringkali dalam sebuah profesi yang kita sedang jalani menuntut perubahan, dan kita akan kesulitan beradaptasi jika tidak memiliki paradigma yang mencintai perubahan.

Menjadi sesuatu yang sulit bagi kebanyakan orang untuk membangun mentalitas mencintai perubahan, karena memang lebih nyaman bagi seseorang untuk tetap diam di posisinya dan menghindari hal-hal atau tantangan yang baru.

Untuk dapat memiliki mentalitas yang mencintai perubahan, kita perlu memiliki paradigma yang mencintai perubahan, sehingga kita tidak akan mengalami kendala untuk berubah. 

Kita dapat memulainya dari hal-hal yang sederhana, misalnya mencoba rute alternatif saat pulang atau pergi kerja, atau mencoba resep makanan baru yang belum pernah kita coba, atau jika setelah pulang kerja kita terbiasa menonton tv di sofa, kali ini lakukanlah hal yang baru seperti berolahraga atau membaca buku.

Pada awalnya alam bawah sadar kita akan memberi sinyal “tidak nyaman”, bahwa ini adalah hal di luar rutinitas kita. Tetapi setelah 2-3 kali kita mendisiplin diri melakukan hal di luar rutinitas kita, maka secara perlahan rasa tidak nyaman itu akan hilang dan kita mulai bisa menikmati aktivitas-aktivitas baru tersebut.

 Dari hal-hal yang sederhana, pikiran kita mulai terbiasa untuk berpikir “out of the box”, keluar dari limitasi yang tanpa sadar selama ini kita miliki. Kita pun mulai mendapati bahwa ada banyak hal-hal yang menarik dari sesuatu yang baru dan secara perlahan kita mulai berani untuk mencoba hal-hal yang baru.

Keteraturan vs mencintai perubahan.

Mencintai perubahan bukan berarti hidup kita jadi sembrono dan tidak terkontrol begitu saja, kita memang harus terus memiliki keteraturan dalam hidup ini.

Yang menjadi poin adalah, jangan ijinkan pola hidup teratur yang kita miliki menjadi “penjara” bagi hidup kita, tapi jangan juga mentalitas mencintai perubahan membuat kita tidak menata hidup kita. Keduanya harus seimbang dan menjadi 1 paket yang terbangun dalam hidup kita.

Continue Reading

Inspirasi

Kenapa Saya Minder ?

Ada banyak orang yang sering merasa minder, tanpa tahu apa sebenarnya alasan mereka minder.

“Udah bawaan dari sononya” gitu katanya.

Padahal, seseorang menjadi minder pasti selalu memiliki alasan dibaliknya. Pada umumnya hal itu disebabkan oleh sesuatu hal di masa lalunya, akibat dibesarkan di keluarga yang kurang suportif, dan tidak pernah dilatih untuk tampil di depan umum.

Sebetulnya orang-orang yang terkenal, para pembicara hebat yang sering berbicara di hadapan ribuan orang, juga memulai dari titik yang sama. Mereka gugup, jantung berdebar, ataupun mulut kaku saat hendak berbicara di depan umum. Perbedaannya adalah, mereka terus mencoba, semakin ahli dan terbiasa dan seiring waktu mereka memiliki “jam terbang” yang lebih dari orang-orang lainnya.

Kekuatiran adalah tembok penahan.

Ketakutan dan kekhawatiran yang menahan kita melakukan hal-hal baru atau menciptakan peluang di tengah tantangan sebetulnya hanyalah ketakutan fiktif.

Hal itu disebabkan karena kita terlanjur memiliki jalan berpikir dan mentalitas yang negatif. Melihat segala sesuatu dari sisi yang negatif. Tanpa kita sadari, alam bawah sadar selalu mengirim sinyal alarm yang menahan kita untuk melangkah maju.

Efek trauma masa lalu.

Mentalitas negatif dan kekhawatiran juga dapat disebabkan oleh trauma masa lalu yang meninggalkan bekas luka yang mendalam/membekas sehingga seseorang memiliki rasa takut untuk hal tersebut terulang.

Untuk itu kita harus belajar merasionalisasi apa yang kita takutkan dan mencari akar masalahnya. Jika hal tersebut terjadi karena kelalaian kita sendiri, maka kita harus memastikan bahwa kesalahan tersebut tidak akan terulang kembali.

Jika hal itu terjadi karena kesalahan orang lain, maka kita hanya perlu lebih waspada. Dengan demikian kita dapat menanggulangi setiap ketakutan dan kekhawatiran yang seringkali muncul akibat trauma.

Seringkali orang yang pernah mengalami trauma akan menjadi terlalu waspada dan khawatir berlebihan, namun sebetulnya dalam setiap peristiwa yang kita alami, kita selalu dapat mengkalkulasi resiko yang ada. 

Menanggulangi efek trauma.

Kembali, untuk menanggulangi trauma yang “tersimpan” di alam bawah sadar, kita harus mengedit ulang alam bawah sadar kita dengan teknik afirmasi (memperkatakan perkataan positif + membayangkannya)

Kita juga dapat melakukan rasionalisasi peristiwa trauma tersebut dan menganalisanya serta mencari solusi agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Kombinasi antara teknik afirmasi dan rasionalisasi akan membawa dampak besar bagi diri kita dan mulai membersihkan “File” dalam alam bawah sadar kita serta mengklasifikasikan trauma tersebut sebagai “special case” saja, sehingga kita bisa kembali hidup dengan normal seperti sebelum peristiwa itu terjadi.

Continue Reading

Trending!!